Ini Sekolah atau Pabrik?

Ini Sekolah atau Pabrik?Gambar diolah dari akun Flickr Andy Nystrom.

Intermezzo

  • 79% responden polling Kompas.com menyatakan tidak setuju dengan wacana “Full Day School”
  • Lebih dari 35 ribu orang (dan terus bertambah) mendukung petisi ketidaksetujuan terhadap wacana tersebut

Bagi saya lamanya waktu pembelajaran itu tak selalu sebanding lurus dengan kualitas belajar. Sepertinya para pemangku kepentingan itu hanya sekedar melihat angka, semakin besar maka semakin baik.

Saya itu selama ini sudah geleng-geleng kepala melihat tas anak-anak sekolah yang sepertinya semakin berisi. Semakin banyak buku yang dibawa, semakin baik. Mungkin begitu konsep yang berlaku sekarang ini.

Belum juga hilang keheranan tersebut, sekarang muncul lagi rencana untuk menambah jam aktivitas anak di sekolah. Memang sih itu baru sebatas wacana dari Pak Menteri yang mungkin bisa kita istilahkan dengan uji pasar dan belakangan langsung dicabut kembali oleh yang bersangkutan.

Tapi kalau demikian halnya, sekolah menjadi ibarat pabrik. Anak-anak “terkurung” dalam sebuah lingkungan dari pagi hingga siang atau bahkan sore hari. Sesampainya di rumah langsung kelelahan dan istirahat. Istirahat? Itu kalau tidak ada pekerjaan rumah dari sekolah yang terkadang membebani.

Bosan selama di sekolah? Mungkin iya, apalagi dengan waktu yang cukup panjang seperti itu. Ada waktu bermain setelah sekolah? Hmm… Saya ragu, belum lagi kalau rumahnya jauh dari sekolah. Sudah lelah di sekolah, lelah juga di perjalanan pulang.

Ada satu pernyataan Pak Menteri yang tidak saya suka, “Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang dari kerja.”

Memang itu tergantung dari bagaimana kita memandangnya. Tapi di benak saya, akhir dari pernyataan tersebut menggambarkan seakan-akan rumah dan para orang tua gagal menjaga anak-anaknya ketika di luar jam sekolah. Menggeneralisasi?

Tapi yang namanya wacana itu kan memang belum jelas detilnya. Saya juga tidak tahu pasti definisi full day di sini itu hingga pukul berapa. Andaipun nantinya jadi diterapkan, penambahan waktu sekolah harus diisi dengan kegiatan yang menyenangkan anak-anak. Jangan sampai ketika anak semakin lama di sekolah tetapi sekolah dan para guru malah tidak mampu menyiapkan kegiatan menarik. Kalau begini, sekolah sehari penuh bisa jadi masalah. Anak bosan di sekolah, pengajarannya juga bisa jadi tidak efektif.