Belajar Berhitung…

Belajar Berhitung… Gambar diolah dari akun Flickr Martin Fisch.

Ini adalah sebuah pengakuan…

Dulu saya selalu beranggapan satu ditambah satu sama dengan dua. Satu orang pintar ditambah satu orang pintar sama dengan dua orang pintar, dengan kata lain kesuksesan yang akan didapat.

Wajar kan kalau tadinya saya beranggapan seperti itu?

Tapi ternyata, tidak selamanya di lapangan hukum matematika tersebut berlaku. Di lapangan, bisa saja hasilnya tetap satu atau bahkan nol besar. Kok bisa?

Ya tentu bisa! Yang namanya manusia itu ada variabel yang mungkin tak terlihat dan mungkin juga tak terukur dalam dirinya, yakni ego. Variabel ini mungkin hanya salah satu yang berpengaruh terhadap hasil akhirnya.

Coba bayangkan, ketika dua orang pintar (dalam artian yang sebenarnya) atau bahkan lebih dikolaborasikan, bagaimana hasilnya? Tentu saja bisa menghasilkan kolaborasi yang hebat dan saling menguntungkan, atau bisa juga menjadi kolaborasi yang saling sikut menyikut demi kepentingan pribadi. Harus diakui, setidaknya yang disebut terakhir inilah yang paling sering saya lihat akhir-akhir ini.

Ketika ada dua atau bahkan lebih pihak yang bersaing untuk mendapatkan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu seberapa, kemudian mereka dikumpulkan ke dalam sebuah tim yang awalnya diharapkan dapat bekerja sama, kemungkinan besar di situlah segala perhitungan dasar matematika tadi tidak akan berlaku.

Tonton saja televisi dengan pemberitaan para wakil rakyat itu. Mereka orang pintar bukan? Atau mungkin tidak perlu repot-repot mencari di tempat lain, coba tengok di lingkungan kerja Anda sendiri. Siapa tahu di situ satu ditambah satu tidak sama dengan dua. Ya kan?

Saya hanya orang biasa, di tempat yang biasa, dalam keadaan yang biasa-biasa saja, jelas tidak punya excuse apapun untuk berbicara seperti ini. Tapi kalau boleh saya katakan, jika kamu merasa pintar, syukurilah kepintaran itu, tapi jangan sekali-kali menganggap dirimu itu “sesuatu”. Posisikan diri sebagai orang yang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Percayalah, bila semuanya seperti itu, probabilitas untuk mewujudkan satu ditambah satu sama dengan dua akan jauh lebih besar.

Saya yang bukan apa-apa dan siapa-siapa ini percaya…