Blog Tanpa Komentar, Apa Serunya?

Blog Tanpa Komentar, Apa Serunya? Terkadang, yang Anda perlukan ialah ketenangan diri dari hingar bingar dunia...

Ehm… Salah satu fans lama nan setia saya protes ke saya kenapa blog baru saya ini gak ada form untuk berkomentar sebagaimana lazimnya blog rekan yang lainnya. Katanya hal ini menghalangi niat baik beliau untuk meninggalkan jejak setelah mampir di blog ini. Well, sepertinya saya memang harus sedikit menjelaskan mengenai keputusan saya untuk meniadakan kolom komentar di kesempatan ini.

Alasan pertama dan paling mendasar adalah: malas! Jujur saja, rasanya kok saya rada malas untuk mengurus komentar seperti untuk membalasnya atau sekedar say hi. Toh, lagipula yang saya perhatikan saat ini trend blogging yang terlihat tidak se-booming beberapa tahun lalu, khususnya 2008, yang untuk satu post saja bisa disesaki dengan seratusan komentar bagi para seleb blog. Ya kan? Yang saya rasakan di blog pertama saya dulu, mengurus komentar adalah salah satu hal yang melelahkan dan memakan waktu.

Yang kedua, saya cuma mau fokus untuk nulis. Bukan! Bukan berarti tulisan saya bagus atau penting, tulisan saya masih gak jelasnya seperti dulu itu. Tapi gini, dulu di blog saya yang pertama itu, setiap kali saya mau menulis sesuatu yang saya pikirkan pertama kali adalah tulisan seperti apa yang akan membuat banyak komentar berdatangan. Sederhananya, saya hanya berusaha untuk mendapatkan banyak komentar lewat tulisan saya. Bukan berarti saat ini saya tidak senang kalau tulisan saya banyak dikomentari, hanya saja sekarang saya hanya ingin mencoba untuk survive. Saya yakin rekan-rekan tahu sendiri rasanya meniatkan diri untuk tetap menjadi blogger itu susahnya setengah mati kan? Maka itu saya hanya ingin menulis sesuatu mengenai apa yang memang saya ingin tulis, tidak peduli ada yang baca atau tidak. Karena tujuan saya saat ini hanyalah untuk menulis, menulis, dan menulis semampu yang saya bisa.

Yang ketiga, saya gak begitu suka ada orang yang beriklan di kolom komentar blog orang lain. Yang saya maksud iklan di sini adalah iklan dalam artian sebenarnya seperti “mau dapat penghasilan tambahan” dan lain-lainnya. Yang ini ngerti kan ya? Terhadap komentar-komentar seperti ini biasanya langsung saya mutilasi di tempat. Tapi lama kelamaan hal ini tentunya juga membuang-buang waktu dan kembali ke point pertama, malas!

Namun demikian, bukan berarti saya benar-benar meniadakan kesempatan untuk berinteraksi, rekan-rekan masih dapat berhubungan via media sosial yang saya berikan link nya di bagian bawah setiap tulisan. Atau dapat juga langsung via email meski mungkin rekan-rekan sendiri juga malas kan… 😛

Saya sendiri tidak tahu apakah form komentar di blog ini akan selamanya saya tiadakan atau tidak. Segala yang saya ungkapkan ini ialah benar apa adanya dan tanpa tendensi apapun. Tapi saya menjanjikan satu hal, bila di kemudian hari ditemukan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif, tentu saya akan kembali mempertimbangkan untuk membuka kotak suara setelah ada keputusan dari Mahkamah Komentar Republik Indonesia. Hahaha…