Kerja, Kerja, Kerja!

Kerja, kerja, kerja! Itulah slogan Kabinet Kerja yang selalu didengungkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal pemerintahannya. Namun, bagi sebagian besar masyarakat Bojonegoro, slogan tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Karena konon menurut kabar, slogan tersebut setidaknya sudah digunakan oleh pemerintah daerah setempat sejak dua tahun belakangan. Tapi apapun itu, slogan ‘kerja, kerja, kerja’ memang nyatanya harus berlaku di mana saja.

Maka suatu ketika di sebuah ruangan tempat para aparatur sipil negara bekerja, dengan penuh penghayatan akan slogan tersebut, terlontarlah sebuah pertanyaan dan pernyataan…

A: “Ah, si B itu kerjanya apaan sih? Ga keliatan output nya!”

Dan di sebuah sudut lain dalam ruangan itu, dalam kesempatan terpisah, terlontar pula sebuah pertanyaan dan pernyataan…

B: “Heran gue deh sama si A itu. Setiap hari kerjanya ngapain sih? Ga jelas!”

Begitulah kutipan pertanyaan dan pernyataan dari obrolan sederhana aparatur sipil negara yang moga-moga murni hanya karangan saya belaka. Serius, saya berharap itu cuma karangan saya belaka!

Tapi, ngomong-ngomong soal kerja, jika output kerja seseorang atau terlihatnya hasil kerja seseorang harus dikuantifikasikan dalam bentuk angka misalnya, maka apakah yang nilainya lebih sedikit atau bahkan nol itu dapat dikatakan tidak bekerja? Belum tentu! Setidaknya menurut saya. Kenapa? Karena para koruptor saja tidak terlihat proses kerjanya, namun memiliki hasil kerja yang nyata. Baru kita tahu kalau dia itu bekerja setelah dia masuk ke dalam pemberitaan sambil mengenakan baju seragam berwarna orange itu. Iya toh?

Setiap orang itu bekerja, sesuai dengan slogan Kabinet Kerja tadi itu. Bekerja, dengan segala kemalasan dan dedikasinya. Bekerja, dengan segala ketidakmampuan dan kecakapannya. Bekerja, dengan segala contoh buruk dan keteladanannya. Silakan dipilih di antara kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam bekerja. Intinya, mereka semua tetap kerja, kerja, kerja!

Lalu, bagaimana dengan kualitas hasil yang dikerjakannya? Nah, soal itu silakan tanya ke rumput yang bergoyang…