Sebenar-Benarnya Pelayanan

Malam itu, seorang khalifah yang mulia keluar rumahnya menuju sebuah rumah dan masuk ke dalamnya. Tanpa sepengetahuan khalifah, perbuatan itu diketahui oleh seorang sahabatnya yang mulia.

Sahabat yang mulia hanya melihat khalifah dari kejauhan dan tak mengetahui apa yang diperbuat oleh khalifah. Ia pun khawatir jikalau khalifah yang mulia berbuat suatu kesalahan di dalamnya.

Esok pagi, sahabat yang mulia bergegas mendatangi rumah tersebut dan menemukan seorang nenek tua yang buta dan tak lagi dapat bergerak tinggal seorang diri. “Apa yang dilakukan oleh orang yang tadi malam ke rumahmu?” tanyanya penuh cemas.

Nenek yang tidak mengetahui bahwa orang yang semalam datang ke rumahnya adalah seorang khalifah yang mulia menjawab, “Sudah kebiasaannya melakukan sesuatu di sini. Ia mengurusku, memperbaiki keadaanku, membersihkan rumahku, dan menyiapkan makanan untukku.”

Inilah yang dahulu dilakukan pemimpin tertinggi umat, melakukan pelayanan kepada rakyatnya dengan sebenar-benarnya pelayanan. Melakukan dengan tangannya sendiri tanpa diketahui orang lain, tanpa gembar-gembor, tanpa (meminta) publik -kini media- untuk mewartakannya…