Yang Sedang-Sedang Saja

Yang Sedang-Sedang Saja Gambar diolah dari akun Flickr Richard Rutter.

Jadi begini, kalau Anda sariawan, biasanya apa yang akan Anda lakukan? Umumnya, orang-orang akan menambah asupan vitamin C untuk tubuhnya. Karena memang sariawan itu biasa diidentikkan dengan kekurangan vitamin C. Asupan vitamin C yang cukup memang akan memberikan daya tahan tubuh yang lebih baik.

Tapi, bagaimana jadinya apabila asupan vitamin C, atau katakanlah asupan lainnya, itu berlebih? Jawabnya, saya tidak tahu, karena memang saya bukan dokter maupun pakar nutrisi. Namun, yang bisa dijadikan pertanyaan ialah sejauh mana keefektifannya?

Bolehlah kita fokuskan pertanyaannya kepada apakah segala sesuatu yang berlebihan itu baik? Kalau diadakan survey untuk menjawab pertanyaan tersebut, mungkin lebih dari 90% akan menjawab tidak baik. Mungkin lho ya! Karena ya itu tadi, selain bukan dokter dan pakar nutrisi, saya juga bukan pakar statistik.

Tapi ya kok nyatanya masih ada lho yang menganggap berlebih itu baik. Di kantor misalnya, tiap hari rapat, rapat, dan rapat. Banyak hal yang dirapatkan, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tapi eksekusinya? Nol besar! Lha kalau begitu jadinya buat apa rapat sering-sering? Eh, ada bedanya ga sih antara rapat sering-sering dengan sering-sering rapat?

Yang membuat tidak nyaman itu sebenarnya ada di kejenuhannya. Apa ada indikator jenuhnya? Ada! Ketika seseorang maupun kelompok diajak rapat oleh seorang “pembesar” misalnya, coba perhatikan bahasa tubuhnya. Bila dia menarik napas panjang, atau tiba-tiba menjadi diam, saling menatap satu sama lain, atau mungkin terlihat tidak bersemangat, bisa jadi itu adalah tanda kejenuhan. Apalagi kalau ada seorang di antaranya sampai berujar, “Rapat terus nggak ada hasilnya.”

Berlebihan dalam frekuensi penyelenggaraan rapat itu buat saya pribadi sangat mengganggu produktivitas. Bahkan terkadang masalah baru justru muncul dalam rapat tersebut. Alih-alih memecahkan masalah yang sudah ada sebelumnya, malah menambah masalah lagi. Belum lagi kalau mencampuradukkan dengan urusan personal mengenai pribadi-pribadi peserta rapat atau pemimpin rapat. Wah, gak bakalan kelar-kelar. Yang ada malah muncul gerutu-gerutu setelah rapat. Ah, tapi katanya itu biasa sih ya.

Kalau saya sakit, saya akan minum obat. Tapi tentu saja obat yang saya minum tidak melebihi dosisnya. Saya kira hal yang sama berlaku untuk semua hal secara umum. Tapi ya sudahlah ya, kita hadapi saja sambil mendengarkan alunan lagunya si Iwan,

“… yang sedang-sedang saja, yang penting dia setia…”

Tarik, Mang!